KREATIF KETIKA PANDEMI

Posted on : 2020-05-12 14:47:16


Covid 19 sudah diakui oleh WHO sebagai penyakit yang bersifat pandemi, sudah lebih dari 200 negara di luluh lantakan secara fisik, ekonomi dan sosial oleh mahkluk cantik yang mematikan itu. Manusia sudah mirip burung dalam sangkar sekarang, tidak bisa jalan-jalan ke mall lagi, tidak bisa kongkow-kongkow lagi, di haruskan dirumah saja, harus sering mandi, di jemur dan kalaupun berbicara atau diskusi cukup melalui media sosial, sungguh diberikan kondisi yang sangat berbeda dan jauh dari normal. Tapi bagi seorang kreatif ini bukanlah halangan atau rintangan, ini adalah tantangan yang harus ditaklukan, ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan. Ketika kuliah tidak bisa secara tatap muka (off line) maka harus dilaksanakan secara daring (dalam jaringan/ online), Dosen akhirnya harus mau dijadikan tidak gagap teknologi, harus bisa menggunakan teknologi serta memanfaatkan teknologi. Mahasiswa harus memanfaatkan smartphone nya dengan benar-benar smart untuk kepentingan kuliahnya, baik dari sisi browsing untuk menyelesaikan tugas atau untuk berdisikusi dengan Dosen dan teman-teman yang lainnya.Maka munculah aplikasi-aplikasi di ruang maya yang bisa membantu perkuliahan tersebut, katakanlah seperti zoom, webex dari cisco, malah ada juga yang memanfaatkan media Whatsapp. Pasar Baru di tutup sudah sekitar 2 bulan, para wirausaha yang mencari kehidupan disana mau tidak mau harus tutup dulu, akhirnya mereka mencoba juga teknologi dengan berbisnis secara online memanfaatkan teknologi dan tentu saja seni memasarkan yang anti mainstream. Pada prinsipnya kita tidak boleh berhenti berkreasi,tidak ada satu hal pun yang bisa menahan orang berkreasi, yang penting harus selalu optimis, selalu bisa melihat peluang dibalik ancaman dan tentu saja pola fikir bisnis yang sekarang harus out of the box, hal ini disampaikan oleh Dosen Management Pemasaran Universitas Nasional Pasim Desfitriady ketika ditanyakan kondisi pemasaran yang entah berantah sekarang ini. satu hal yang tetap harus dijaga, kata Desfitriady lagi yaitu kualitas, dengan kualitas yang selalu terjaga biasanya kepuasan konsumen akan terpenuhi, kalau konsumen itu sudah puas maka secara otomatis maka mereka akan loyal sehingga bisa mengangkat citra merek dari produk atau perusahaan kita katanya lagi mengakhiri pembicaraan. (Dry 12052020)