UNIT BISNIS PENDUKUNG AKADEMIS

Posted on : 2019-06-22 12:56:16

Perguruan Tinggi Swasta (PTS) biasanya agak kesulitan disisi pembiayaan dari kegiatan mereka. Kebanyakan mereka mengandalkan dari biaya kuliah dan bantuan pemerintah (biasanya sangat minim). Dana yang dihimpun dari biaya kuliah Mahasiswa dan bantuan pemerintah hanya mencukupi untuk biaya operasional tetap saja seperti Gaji Dosen dan Bagian akademik serta operasional lainnya seperti listrik,telpon dan lain-lain. hal ini akan berdampak pada kegiatan yang tidak bersifat rutin, seperti penelitian, pengabdian masyarakat, perawatan gedung serta sarana dan prasarana lainnya pada akhirnya tidak bisa dibiayai (kalaupun bisa tetapi tidak akan maksimal). Makanya PTS itu terutama yang masih dalam skala menengah kebawah harus punya unit bisnis sebagai penopang dari pengembangan Perguruan Tinggi mereka. Masalah klasik ini sudah terpikirkan oleh pendiri Universitas Nasional Pasim jauh sebelum beliau mendirikan PTS. Unit bisnis yang sangat menjanjikan waktu itu (tahun 1996) yaitu Sistem Informasi Manajemen sudah beliau jadikan sebagai lokomotif utama yang menggerakan PTS (tahun 1996 masih bernama STIE PASIM). Banyak proyek yang berbasis IT (Informasi Teknologi) yang sudah beliau tangani termasuk di beberapa perusahaan yang berskala besar  (internasional) seperti Indosat, schlumberger dan lain-lain sehingga PTS yang beliau pimpin berjalan dengan sangat mulus sampai sekarang. Melihat perkembangan IT yang sudah mapan dan sudah cukup banyak proyek-proyek besar ditangani oleh tim IT Pasim group, pembina yayasan mencoba melirik unit bisnis baru diluar IT, yaitu bisnis yang lagi tren sekarang bisnis kafe atau warung kopi. Kafe yang didirikan di jalan Sukahaji Baru no.1 ini berkonsep kongkow-kongkow edisi Mahasiswa, maksudnya tempatnya dibuat nyaman sehingga bagi yang ngobrol atau meeting sekalipun bisa memanfaatkan ruangan yang disediakan kafe, apalagi dengan adanya fasilitas wifi yang bagus, maka akan membuat betah pengunjung. Selain fasilitas diatas, harga untuk kuliner yang ditawarkan benar-benar dengan harga terjangkau, istilahnya sesuailah dengan kantong Mahasiswa yang isinya tidak pernah berlebih bulan ke bulan. Kafe RUMPUT nama yang disematkan ke kafe ini adalah merupakan singkatan dari Rumah Putih, karena warna dari kafe ini didominasi oleh warna putih, nama yang sederhana namun sangat mudah mengingatnya merupakan salah satu tujuan dari pemberian nama kafe ini. Mulai beroperasi pada Hari Sabtu tanggal 22 Juni 2019 diharapkan kedepannya Kafe ini bisa jadi rujukan kelompok milienial memunculkan ide-ide yang fresh dalam memunculkan sesuatu yang baru, berguna, bermanfaat dan menghasilkan, demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Nasional Pasim ketika hadir meninjau persiapan pembukaan Kafe Rumput tersebut. (Dry 22062019)