TEMU ALUMNI

Posted on : 2019-07-03 13:05:13

Bedanya antara produk manufaktur atau pabrikan dengan lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi adalah, ketika produk pabrikan kualitasnya akan terlihat dan bisa diuji ketika menjadi luaran (output), tetapi perguruan tinggi tidak bisa seperti itu, luarannya akan bisa diuji dan terlihat apabila setelah memasuki dunia kerja atau dunia industri, makanyaPerguruan Tinggi akan menyebut luarannya dengan outcome. Hal itu lazim dilakukan karena ketika mereka masih fresh graduate biasanya belum terlihat kemampuannya secara yang diharapkan oleh perusahaan atau dalam kata lain masih terlihat ke kakuan mereka, lama kelamaan setelah mereka bisa memahami ketrampilan dunia kerja dan bisa beradaptasi dengan baik maka disanalah terlihat luaran sebuah perguruan tinggi kualitasnya. Universitas Nasional Pasim punya program untuk menilai dari kualitas lulusannya tersebut, biasanya disebut temu alumni. Program ini bukan berarti ketemu atau reuni dari alumni Unas Pasim tetapi adalah para pejabat dan pihak terkait melakukan kunjungan ke tempat kerja alumni. Mereka biasanya akan mengadakan wawancara informal dengan alumni, atasan serta teman sejawat alumni Unas Pasim tersebut. dari hasil tersebut akan bisa di evaluasi dan dinilai sebatas mana alumni Unas Pasim bisa memberikan kontribusi terbaik kepada perusahaan dimana mereka bekerja. Seperti yang dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kabag Student care Endri Hendrayana, mereka melakukan evaluasi yang dibungkus dengan bahasa silaturahmi ke Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, kecamatan yang dapat ditempuh selama 2 jam perjalanan dengan mobil di waktu hari kerja ini, mempunyai pemandangan kebun teh yang terhampar luas selama perjalanan, serta melewati daerah wisata kawah putih yang sudah terkenal di Indonesia. Kecamatan ini menempatkan salah satu alumni terbaik Unas Pasim sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) yaitu H.Dadang Komara.,S.E beliau menjabat Sekcam masih sekitar 6 bulan yang lalu tetapi sudah banyak kontribusi yang diberikan beliau pada Kecamatan Ranca Bali hal ini diaminkan juga oleh bawahan beliau. Sekcam yang juga seorang pebisnis handal ini menyatakan kepada bawahannya bahwa investasi di bidang pendidikan tidak akan pernah rugi, karena yang namanya pendidikan yang kita punya akan melekat terus sampai kita mati, tetapi apabila kita lebih mengandalkan jabatan maka mau tidak mau suatu ketika akan kita lepaskan. Mendengar nasehat yang berharga dari Sekcam tersebut beberapa karywan Kecamatan Ranca Bali menyatakan siap untuk melanjutkan pendidikan tinggi, dan mereka berniat akan mendaftar ke Kampus Universitas Nasional Pasim sesuai dengan arahan Bapak Sekcam. (Dry 02072019)